JAKARTA,JBI— Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri perayaan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) yang berlangsung meriah. Dalam sambutannya, Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kebudayaan Betawi sebagai arus utama (mainstream) dalam pembangunan serta identitas kota Jakarta.
Pramono menyampaikan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti FBR memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas, merawat kebhinekaan, serta melestarikan kearifan lokal di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global.
Mendorong Kebudayaan Betawi di Era Kota Global
Menurut Pramono, meskipun Jakarta terus berkembang menjadi pusat perekonomian dan peradaban bertaraf internasional, akar sejarah dan budaya Betawi tidak boleh tergerus zaman.
“Pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan identitas budaya
Budayawan Betawi harus menjadi ruh dan arus utama dalam setiap kebijakan pembangunan yang kita jalankan,” ujar Pramono di hadapan ribuan anggota dan pengurus FBR.
Gubernur juga mengapresiasi kontribusi FBR yang selama seperempat abad telah konsisten menjaga tali silaturahmi antarwarga serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Ibu Kota.
Kolaborasi dan Menjaga Kondusivitas
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan FBR menyambut baik komitmen Pemprov DKI Jakarta dan menyatakan kesiapan FBR untuk terus berkolaborasi menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan warga Betawi dan masyarakat Jakarta secara luas.
Acara puncaknya ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama untuk kemajuan Kota Jakarta, yang turut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemprov DKI, tokoh masyarakat, serta elemen ormas lainnya.
(Mnur)







