123 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Aparat Perketat Pemantauan Karhutla

RIAU, JBI – Perhatian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali meningkat. Sebanyak 123 titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah Riau berdasarkan data terbaru yang menjadi dasar aparat untuk meningkatkan pemantauan di lapangan. Rabu,12/08/26

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pemantauan melalui udara pada Rabu (12/8/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi wilayah yang terdeteksi memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Dashboard Lancang Kuning hingga pukul 06.00 WIB, dari 123 hotspot yang terpantau, tiga titik berada dalam kategori rendah, 119 titik kategori sedang, dan satu titik masuk kategori tinggi.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 42 titik. Dari jumlah tersebut, tiga berada pada kategori rendah, 38 kategori sedang dan satu titik kategori tinggi.

Selanjutnya, Kabupaten Siak tercatat memiliki 34 hotspot, sementara Indragiri Hilir mencapai 25 titik. Hotspot lainnya tersebar di Pelalawan sebanyak tujuh titik, Kampar lima titik, Kuantan Singingi empat titik, Kepulauan Meranti tiga titik, Bengkalis dua titik dan Kota Dumai satu titik.

Meski demikian, banyaknya hotspot belum dapat langsung diartikan sebagai jumlah kebakaran yang sedang berlangsung. Aparat menegaskan diperlukan pengecekan langsung atau ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya di setiap lokasi.

Wilayah Indragiri Hulu, Siak dan Indragiri Hilir menjadi perhatian utama karena memiliki konsentrasi titik panas paling tinggi. Pemantauan juga dilakukan di kawasan Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, terutama wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Langkah pemantauan dari udara dinilai penting untuk mempercepat identifikasi lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran. Dengan verifikasi di lapangan, aparat dapat menentukan langkah penanganan secara lebih tepat sekaligus mencegah api meluas.

Peningkatan hotspot menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar kewaspadaan terhadap karhutla terus dijaga. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini terus memantau perkembangan titik panas untuk memastikan potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *