SERANG, JBI— Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Provinsi Banten mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi warga. Ribuan kepala keluarga di sejumlah kabupaten dan kota kini mengalami krisis air akibat mengeringnya sumur warga serta menyusutnya debit air di sumber-sumber alami.
Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang menjadi wilayah yang terdampak cukup parah. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, penurunan curah hujan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan cadangan air tanah di daerah pelosok merosot tajam.
“Kami menerima laporan peningkatan permintaan bantuan air bersih dari warga, terutama di wilayah pesisir dan daerah perbukitan yang minim suplai jaringan PDAM,” ujar perwakilan BPBD Banten.
Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri,
Palang Merah Indonesia (PMI) mulai mendistribusikan armada truk tangki air secara masif ke titik-titik krisis. Setiap harinya, puluhan ribu liter air bersih disalurkan langsung ke pemukiman warga untuk memenuhi kebutuhan dasar memasak dan minum.
Warga di pemukiman terdampak terpaksa mengantre dengan membawa ember dan galon sejak pagi hari demi mendapatkan jatah air bersih. Beberapa warga mengaku telah membeli air eceran selama beberapa minggu terakhir karena sumur gali milik mereka sudah sepenuhnya kering.
Pemerintah Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk mempergunakan air secara bijak selama masa kemarau serta menggalakkan pembuatan sumur resapan dan pemanenan air hujan menjelang musim berikutnya guna meminimalisasi dampak kekeringan di masa mendatang.
(Mnur)





