Kebakaran Landa Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, 60 Hektare Lahan Terbakar

Gambar kebakaran dimalam hari

Probolinggo, Jawa TimurJBI. Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Api dilaporkan telah membakar sedikitnya 60 hektare area konservasi dan hingga saat ini proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.08/08/26

Kepala Balai Besar TNBTS, Hendro Widodo, dalam keterangan resminya pada Rabu (waktu setempat) menyampaikan bahwa kebakaran mulai terdeteksi sejak awal pekan di beberapa titik kawasan savana dan perbukitan di sekitar Gunung Bromo. “Api cepat menyebar karena kondisi vegetasi yang kering serta hembusan angin kencang di kawasan tersebut,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur), kebakaran telah menjalar ke beberapa zona yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kepala BPBD Jatim, Nurhadi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan untuk melakukan pemadaman di lapangan.

“Medan yang terjal menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, kami juga mengerahkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman dari udara,” kata Nurhadi.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada faktor aktivitas manusia yang tidak disengaja, seperti puntung rokok atau pembakaran lahan yang tidak terkendali. Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Rizal Pratama, mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatra.

“Vegetasi yang kering sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api di kawasan hutan,” tegasnya.

Dampak kebakaran ini juga mulai dirasakan sektor pariwisata. Beberapa jalur wisata di kawasan Gunung Bromo ditutup sementara demi keselamatan pengunjung. Pengelola wisata menyatakan bahwa penutupan akan dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.

Selain mengancam ekosistem, kebakaran ini juga berpotensi merusak habitat satwa liar yang hidup di kawasan TNBTS. Para pemerhati lingkungan menilai kejadian ini sebagai peringatan serius akan pentingnya pengawasan ketat di kawasan konservasi.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berupaya memadamkan api dan melakukan pemantauan di titik-titik rawan agar kebakaran tidak meluas. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar

  1. Hi

    List jurnalberitaindonesia.com in Google’s Search Index so it can be visible in web search results!

    Feature jurnalberitaindonesia.com now:

    searchregister.org