Karhutla Kalimantan Kembali Mengganas, Pemerintah Perkuat Operasi Pemadaman

kobaran api dan asap tebal dikalimantan

KALIMANTAN.,JBI Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Memasuki akhir Agustus 2026, peningkatan titik panas dan munculnya kabut asap membuat pemerintah memperkuat langkah penanganan, baik melalui pemadaman darat maupun dukungan operasi udara.

Di Kalimantan Selatan, Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar pada Minggu, 23 Agustus 2026. Meski api di permukaan sudah tidak terlihat, sejumlah kawasan lahan gambut masih mengeluarkan asap sehingga proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan.

Bacaan Lainnya

Kondisi serupa juga menjadi perhatian di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Pemerintah sebelumnya mencatat peningkatan signifikan titik panas pada 19 Agustus. Berdasarkan pemantauan SIPONGI (Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran dan Lahan), pada hari tersebut terdapat 259 hotspot berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, 242 titik di Kalimantan Tengah dan 17 titik di Kalimantan Selatan. Secara kumulatif pada 17–19 Agustus, tercatat 750 hotspot berkepercayaan tinggi di tiga provinsi tersebut. Minggu 23/08/26.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa hotspot tidak secara otomatis berarti jumlah kejadian kebakaran. Satu lokasi kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas sehingga data satelit tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan.

Di Kalimantan Timur, kondisi karhutla juga cukup mengkhawatirkan. Hingga 20 Agustus 2026, BPBD Kalimantan Timur mencatat 273 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak sekitar 752 hektare. Kebakaran disebut banyak terjadi di kawasan pertanian dan lahan masyarakat.

Kabut asap yang ditimbulkan karhutla turut mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat. Selain mengurangi jarak pandang, asap dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.

Pemerintah kini mengerahkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga masyarakat untuk mempercepat penanganan. Upaya pencegahan juga terus dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan titik api baru dapat segera ditangani.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Penanganan cepat dinilai penting karena api yang muncul di lahan gambut dapat kembali membara di bawah permukaan meskipun api terlihat telah padam.

Pemerintah memastikan pengendalian karhutla di Kalimantan terus diperkuat untuk melindungi masyarakat, lingkungan, serta mencegah dampak kabut asap semakin meluas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *