Breaking News
06:09
Advertisement

Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kabut Asap Kepung Sumut dan Sekolah Beralih ke PJJ

https://jurnalberitaindonesia.com Karhutla Sumut Meluas, Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober
Bagikan
Lihat Tersimpan

MEDAN,.JBI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia terus menjadi perhatian serius. Dampaknya kini dirasakan masyarakat Sumatera Utara (Sumut), setelah kabut asap terdeteksi menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut pada Jumat (16/10/2026).

Kondisi ini mendorong pemerintah mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada 16–21 Oktober 2026 sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik dan tenaga pendidik.

Kabut Asap Terdeteksi di Seluruh Wilayah Sumut

Berdasarkan laporan Mistar.id yang mengutip keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, sebaran asap masih terdeteksi di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pukul 10.00 WIB, Jumat (16/10/2026).

Asap tersebut terbawa angin dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut dan utara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya di rasakan di sekitar titik api, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain melalui pergerakan udara.

Sekolah Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kebijakan PJJ diberlakukan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Nomor 400.3/106/DISDIK/X/2026. Pembelajaran dari rumah mencakup jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB sederajat.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan di hentikan. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran melalui platform digital atau media komunikasi yang di sesuaikan oleh masing-masing sekolah.

Orang tua juga di minta mengawasi anak selama belajar di rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Kebijakan tersebut akan di evaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan arahan pihak berwenang.

Pemerintah Perkuat Penanganan Kebakaran

Di tingkat nasional, pemerintah terus mengintensifkan penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara. Laporan Kementerian Sekretariat Negara pada 13 Oktober 2026 menyebutkan bahwa luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare.

Sementara itu, pemerintah juga membuka peluang menerima bantuan internasional untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran yang semakin meluas.

Masyarakat di wilayah terdampak agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap menebal, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan.

Upaya pemadaman, pengawasan titik api, dan perlindungan kesehatan masyarakat di harapkan dapat berjalan beriringan agar dampak kebakaran tidak semakin meluas. ( RED )

Penulis

alpin Ndraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *