Breaking News
05:11
Advertisement

BMKG Peringatkan Ancaman Karhutla dan Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah Indonesia Diminta Waspada

https://jurnalberitaindonesia.com Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan serta ancaman kabut asap di Indonesia.
Bagikan
Lihat Tersimpan

JAKARTA, JBI — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia di tengah kondisi cuaca panas dan curah hujan yang tidak merata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kekeringan, serta hujan lebat yang dapat terjadi secara lokal.

Dalam prakiraan cuaca periode 23–29 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi kering masih berpotensi berlangsung di berbagai daerah. Situasi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang memengaruhi pola hujan di Indonesia.

BMKG Catat Suhu Panas dan Ribuan Titik Panas

BMKG melaporkan suhu maksimum mencapai 39,2 derajat Celsius di Lampung dan 39 derajat Celsius di Jawa Barat pada 21 Oktober 2026. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan mempercepat pengeringan vegetasi yang mudah terbakar.

Berdasarkan pemantauan selama sepuluh hari terakhir, Kalimantan Tengah mencatat 3.794 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat 1.595 titik dan Papua Selatan sebanyak 1.516 titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap karhutla masih di perlukan, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan lahan gambut.

BMKG juga mengingatkan bahwa titik panas merupakan indikator awal yang perlu di verifikasi. Temuan tersebut tidak selalu berarti kebakaran telah terjadi di seluruh lokasi yang terdeteksi.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Mengalami Hujan Lebat

Di tengah kondisi kering, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah.

BMKG memprakirakan hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara pada periode 23–25 Oktober 2026.

Selain itu, angin kencang juga berpotensi melanda beberapa wilayah, termasuk Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Karena itu, masyarakat di himbau tidak menganggap kondisi panas sebagai tanda bahwa seluruh wilayah bebas dari ancaman cuaca ekstrem.

Masyarakat Di minta Tidak Membakar Lahan

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan.

Warga juga di minta menghemat penggunaan air serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api kepada petugas setempat.

Informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan peringatan dini dapat di pantau melalui situs BMKG di www.bmkg.go.id dan aplikasi Info BMKG.

Pemerintah daerah, petugas pemadam, serta masyarakat di harapkan memperkuat koordinasi untuk mencegah kebakaran meluas. Langkah pencegahan sejak dini di nilai penting guna melindungi kesehatan warga, lingkungan, dan aktivitas perekonomian. Red

 

Penulis

alpin Ndraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *