Breaking News
05:12
Advertisement

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pemerintah Perkuat Langkah Penanganan

https://jurnalberitaindonesia.com Kabut asap karhutla ganggu penerbangan
Bagikan
Lihat Tersimpan

JAKARTA,.JBI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia kembali menjadi sorotan. Selain mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat, kabut asap akibat kebakaran juga mengganggu operasional penerbangan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan perjalanan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan yang di sampaikan pada 18 Oktober 2026, sebanyak 2.458 penerbangan domestik berjadwal terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026.

Di rektur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa dampak tersebut mencakup keterlambatan, pembatalan atau penundaan, pengalihan penerbangan, hingga pesawat yang harus kembali ke bandara keberangkatan.

“Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan,” demikian penegasan Lukman sebagaimana dikutip dalam pemberitaan mengenai penanganan dampak karhutla.

Kabut Asap Meluas ke Sejumlah Wilayah

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di Sumatera dan Kalimantan. Dalam perkembangan yang di laporkan pada 13–17 Oktober 2026, sebaran asap juga memengaruhi sejumlah wilayah lain, termasuk Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Beberapa bandara yang terdampak antara lain Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Bandara Pattimura di Ambon, serta Bandara Supadio di Pontianak.

Penurunan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama yang menghambat aktivitas penerbangan. Dalam kondisi tertentu, maskapai dan pengelola bandara harus melakukan penyesuaian jadwal demi menjaga keselamatan penumpang serta awak pesawat.

Kementerian Perhubungan juga memperkuat koordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pengelola bandara untuk menerapkan prosedur operasional ketika jarak pandang terbatas.

Kesehatan Masyarakat Perlu Mendapat Perhatian

Kabut asap tidak hanya mengganggu transportasi. Kondisi ini juga mengancam kesehatan masyarakat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit tertentu menjadi kelompok yang paling rentan.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, sebelumnya mengingatkan bahaya paparan partikel halus PM2.5. Partikel ini dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker yang sesuai saat kualitas udara memburuk. Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan serius.

Penanganan Karhutla Harus Berkelanjutan

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Upaya pemadaman harus di sertai pencegahan pembakaran lahan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat, pemeriksaan status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandara menjadi langkah penting sebelum berangkat.

JBI mencatat, perkembangan karhutla ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Gangguan transportasi dan ancaman kesehatan menjadikan pencegahan serta penanganan yang konsisten sebagai kebutuhan mendesak. ( Red )

Penulis

alpin Ndraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *