JAKARTA, JBI— Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, gedung sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat robohnya atap sejak November 2024 tersebut hingga kini belum kunjung diperbaiki dan dibiarkan terbengkalai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak empat ruang kelas dan fasilitas seperti laboratorium serta UKS mengalami kerusakan berat. Puing-puing material bangunan, atap kayu yang lapuk, serta sisa-sisa buku pelajaran masih berserakan di dalam ruangan yang tak lagi berpenghuni.
Peristiwa ambruknya atap tersebut awalnya terjadi secara bertahap saat libur Pilkada pada 27 November 2024 lalu, sehingga beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan rekomendasi teknis, gedung sekolah dikategorikan rusak berat dan dikosongkan demi keselamatan.
Dampak pada Kegiatan Belajar Mengajar
Akibat insiden dan lamanya penanganan ini, sebanyak 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terpaksa diungsikan ke bangunan tetangga, yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi.
Sistem Masuk Siang: Karena harus berbagi fasilitas, para siswa SDN 09 baru bisa memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada siang hari (pukul 13.00 WIB) setelah siswa sekolah induk selesai.
Keluhan Orang Tua: Sejumlah wali murid mengeluhkan perubahan pola belajar anak yang dinilai kurang efektif, di mana anak-anak jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai (gadget) pada pagi hari atau terpaksa memotong kegiatan ekstrakurikuler sore.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kapan sekolah ini direhabilitasi total. Kasihan anak-anak harus menumpang dan masuk siang terus selama hampir dua tahun,” ujar salah satu wali murid di lokasi.
Respon Pemprov DKI Jakarta
Kondisi memprihatinkan ini mendapat perhatian mendalam dari Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku miris melihat fakta bahwa masih ada bangunan sekolah negeri yang rusak total di ibu kota, dan menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan harus menjadi prioritas utama daerah.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan bahwa penanganan dan percepatan revitalisasi gedung sekolah tersebut akan segera direalisasikan agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman di fasilitas yang layak.