Gempa Susulan Kembali Guncang NTT, Warga Diminta Tetap Waspada

NTT, JBI -Aktivitas gempa bumi masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa kuat mengguncang kawasan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 di wilayah Manggarai Timur, NTT. Minggu 16/08/26

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 06.12.54 WIB. Episenter berada di laut, sekitar 83 kilometer timur laut Manggarai Timur atau sekitar 84 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai. Gempa memiliki kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 120,64 Bujur Timur. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Bacaan Lainnya

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gempa terbaru ini terjadi setelah Flores dan sejumlah wilayah di NTT diguncang gempa besar pada Sabtu pagi. BMKG sebelumnya memperbarui parameter gempa utama menjadi magnitudo 7,7 dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.

Dampak gempa besar tersebut dirasakan di sejumlah wilayah di NTT dan daerah sekitarnya. Berdasarkan catatan BMKG, guncangan dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah Flores, termasuk Ruteng, Ende, Labuan Bajo, Maumere, serta sejumlah wilayah lain di Nusa Tenggara.

BMKG juga melaporkan aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama. Hingga Sabtu siang, 15 Agustus 2026, tercatat sebanyak 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2. Aktivitas tersebut tersebar terutama di kawasan utara Pulau Flores.

Sementara itu, proses penanganan dampak gempa masih dilakukan oleh pemerintah bersama tim pencarian dan pertolongan. Pada Minggu, operasi pencarian difokuskan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Laporan media menyebut jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana gempa tersebut telah mencapai 49 orang, sementara proses pencarian dan penanganan warga terdampak masih berlangsung.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan. Warga sebaiknya menghindari bangunan yang retak atau berpotensi roboh serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

BMKG menegaskan bahwa parameter gempa dapat mengalami pemutakhiran seiring proses analisis. Karena itu, informasi mengenai kekuatan gempa, lokasi episenter, maupun perkembangan aktivitas susulan sebaiknya merujuk kepada sumber resmi BMKG.

Dengan aktivitas seismik yang masih berlangsung, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting. Namun, kewaspadaan tersebut perlu disertai ketenangan dan tidak disertai kepanikan maupun penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *