JPO “Love-Hate Relationship” Dibongkar, Alasan Akses Disabilitas Jadi Sorotan

JAKARTAJBI. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dikenal warganet dengan sebutan “Love-Hate Relationship” di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, kembali menjadi perhatian publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk membongkar JPO lama tersebut setelah dilakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut, Minggu (9/8/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, salah satu alasan utama pembongkaran adalah kondisi JPO lama yang dinilai tidak ramah bagi penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut sudah tidak memiliki lift sehingga akses menuju jembatan menjadi sulit bagi pengguna kursi roda maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Bacaan Lainnya

Selain persoalan aksesibilitas, keberadaan dua JPO yang berada berdekatan juga menjadi perhatian. Pemprov DKI berencana mengoptimalkan JPO yang lebih baru dan terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik di kawasan Rasuna Said.

Keputusan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Sebutan “Love-Hate Relationship” sebelumnya muncul karena kondisi kedua JPO yang berada berdekatan tetapi memiliki fungsi dan akses yang berbeda. Fenomena tersebut menarik perhatian warganet dan membuat lokasi itu menjadi salah satu pembahasan yang cukup viral.

Pramono menyampaikan bahwa penataan fasilitas publik harus mempertimbangkan kebutuhan seluruh masyarakat. JPO bukan hanya harus dapat digunakan untuk menyeberang, tetapi juga perlu memberikan rasa aman, nyaman, serta mudah diakses oleh penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat lainnya.

Pemprov DKI juga menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan fasilitas pada JPO yang akan dipertahankan. Penataan tersebut diharapkan dapat membuat akses pejalan kaki semakin terhubung dengan transportasi umum, termasuk kawasan Stasiun LRT Rasuna Said dan Halte TransJakarta.

Sementara itu, pembongkaran JPO lama ditargetkan dapat diselesaikan pada Oktober 2026. Pemerintah berharap proses penataan tidak hanya menyelesaikan persoalan fasilitas lama, tetapi juga menghadirkan sistem penyeberangan yang lebih terintegrasi dan inklusif bagi warga Jakarta.

Viralnya JPO “Love-Hate Relationship” akhirnya menjadi momentum untuk kembali menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur kota yang tidak hanya terlihat modern, tetapi juga benar-benar dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *