BOGOR-JBI. Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mengangkat sejarah perjuangan daerah melalui prosesi penjemputan bendera pusaka tahun 1948 yang berlangsung di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).
Bendera tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi Kabupaten Bogor. Bendera itu merupakan salah satu bendera yang dikirimkan Pemerintah Pusat Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada 1948, ketika situasi Indonesia masih berada dalam masa revolusi fisik.
Bupati Bogor Rudy Susmanto hadir dalam prosesi penjemputan bendera pusaka tersebut. Kegiatan itu tidak hanya dipandang sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan masyarakat Bogor dalam mempertahankan kemerdekaan.
Desa Malasari sendiri memiliki catatan sejarah yang cukup kuat. Wilayah tersebut pernah menjadi lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Bogor pada masa revolusi fisik setelah Indonesia merdeka.
Keberadaan bendera pusaka itu menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di kota-kota besar. Masyarakat di berbagai wilayah juga memiliki peran dalam menjaga pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada masa yang penuh tekanan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap nilai sejarah yang tersimpan di Desa Malasari dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Sejarah lokal dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mengenal perjuangan kemerdekaan secara nasional, tetapi juga memahami kontribusi daerahnya.
Prosesi penjemputan bendera pusaka tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Desa Malasari kembali mendapat perhatian sebagai salah satu kawasan yang menyimpan jejak penting perjalanan sejarah Kabupaten Bogor.
Pemerintah daerah juga mendorong agar peninggalan dan kisah sejarah yang masih tersimpan dapat dirawat serta diwariskan kepada generasi berikutnya.







