NTT, JBI– Setelah gempa bumi berkekuatan besar mengguncang kawasan Flores. Seorang perempuan berusia 84 tahun dilaporkan berhasil ditemukan dalam kondisi hidup setelah tertimbun reruntuhan rumah selama tiga hari.Kamis 20/08/26
Perempuan bernama Paulina Pobi tersebut ditemukan di bawah reruntuhan rumah bambunya setelah tim penyelamat berhasil mencapai lokasi. Proses evakuasi berlangsung tidak mudah karena akses menuju desa sempat terhambat akibat longsor dan kerusakan medan.
Kabar mengenai keberhasilan penyelamatan tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Di tengah situasi bencana yang menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal, keselamatan Paulina dianggap sebagai sebuah keajaiban.
Gempa besar yang mengguncang wilayah timur Indonesia sebelumnya menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, ratusan lainnya mengalami luka-luka, dan puluhan ribu warga harus mengungsi. Operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan di sejumlah lokasi yang terdampak.
Tim gabungan menghadapi tantangan berat dalam proses evakuasi. Kerusakan jalan, longsor, serta kondisi geografis wilayah menjadi kendala bagi petugas untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pemerintah bersama aparat keamanan, tenaga medis, relawan dan berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar para korban. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, tenda pengungsian serta pelayanan kesehatan terus disalurkan ke wilayah terdampak.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga sebelumnya turun langsung mendengarkan keluhan warga terdampak gempa di NTT. Video kunjungan tersebut kemudian ikut menjadi perhatian masyarakat di media sosial.
Sementara itu, masyarakat di wilayah terdampak masih diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Data yang diberitakan sebelumnya menunjukkan aktivitas gempa susulan masih terjadi di kawasan Flores.
Kisah Paulina menjadi pengingat bahwa di tengah kehancuran akibat bencana, harapan untuk menemukan korban selamat tetap ada. Operasi pencarian pun terus dilakukan sembari pemerintah mempercepat penanganan pengungsi dan pemulihan wilayah terdampak.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas seismik tinggi. Kesiapsiagaan masyarakat, pembangunan infrastruktur tahan gempa, serta sistem peringatan dan evakuasi menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.







