BANDUNG –JBI. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM kembali menaruh perhatian serius terhadap peredaran obat keras ilegal dan minuman beralkohol yang dinilai dapat mengancam masyarakat, terutama kalangan remaja.06/08/26
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap berbagai aktivitas ilegal yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Masyarakat didorong untuk ikut berperan dengan memberikan informasi apabila menemukan dugaan penjualan tramadol maupun minuman ilegal di lingkungan mereka.
Peredaran tramadol secara bebas menjadi perhatian karena obat tersebut termasuk obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan ketentuan medis. Dalam beberapa kasus di wilayah Jawa Barat, aparat kepolisian juga telah mengungkap penjualan obat keras melalui toko atau warung yang dijadikan kedok.
Salah satu pengungkapan terjadi di Kota Bekasi. Polisi sebelumnya membongkar praktik penjualan obat keras daftar G yang dilakukan melalui sebuah warung kopi. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan ratusan butir obat, termasuk tramadol dan obat keras lainnya.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengawasan tidak cukup hanya dilakukan aparat. Peran masyarakat dianggap penting untuk membantu memberikan informasi mengenai lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras maupun minuman ilegal.
KDM sendiri sebelumnya juga menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika, obat-obatan ilegal, serta puluhan ribu botol minuman keras bersama jajaran Polda Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk melindungi masyarakat dari barang-barang yang dinilai membahayakan kesehatan dan ketertiban sosial.
Upaya pemberantasan diharapkan tidak berhenti pada penindakan terhadap penjual di tingkat bawah. Rantai distribusi hingga pemasok juga perlu ditelusuri agar peredaran barang ilegal dapat diputus dari sumbernya.
Masyarakat yang mengetahui dugaan aktivitas ilegal juga diimbau menyampaikan informasi melalui jalur resmi aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.







