Breaking News
06:09
Advertisement

Karhutla Makin Mengkhawatirkan! 314 Ribu Kasus ISPA Tercatat, Balita Jadi Perhatian

https://jurnalberitaindonesia.com Ilustrasi kabut asap karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan anak.
Bagikan
Lihat Tersimpan

 JAKARTA, JBI — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla sepanjang 20 Agustus hingga 20 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.890 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun.

Data tersebut mencakup tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak. Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan termasuk wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Rabu (21/10/2026).

Kemenkes Ingatkan Bahaya Paparan Asap

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, sebelumnya menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik beracun.

Zat tersebut berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan dan mata.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara memburuk.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker N95 atau KN95 ketika terpapar asap.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Sementara itu, pemerintah terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui koordinasi lintas kementerian, TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah.

Berdasarkan laporan BNPB per 19 Oktober 2026, tim gabungan telah memadamkan 454,25 hektare dari total target penanganan seluas 1.024,33 hektare di enam provinsi prioritas. Namun, 570,08 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.

Upaya penanganan juga diperkuat melalui pengerahan personel di lapangan serta operasi udara. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menekan penyebaran api dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Pencegahan dan Pengawasan Perlu Di perkuat

Selain pemadaman, pencegahan kebakaran menjadi langkah penting untuk menghindari dampak yang lebih luas. Pengawasan kawasan rawan kebakaran perlu di lakukan secara konsisten, termasuk penindakan apabila di temukan pelanggaran hukum.

Masyarakat juga di himbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan kebakaran, warga sebaiknya melaporkannya kepada petugas setempat dan tidak mendekati lokasi berbahaya.

Besarnya jumlah kasus ISPA menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan, pemantauan kualitas udara, dan kesiapan fasilitas kesehatan juga harus menjadi prioritas.

Pemerintah di harapkan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara transparan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat.( Red )

Penulis

alpin Ndraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *